Minggu, 30 Maret 2008

Sanny Ku


Saat itu kita sama -sama sedang duduk di Bangku SMA. Saat itu aku sedang sibuk-sibuknya les dan kamu juga sibuk dengan aktivitas kamu. Namun, entah karena panggilan hati atau karena takdir Tuhan yg ingin mempertemukan kita. Panasnya siang itu tak mengurangi semangat mu untuk menjumpai ku di warnet itu. Aku juga telah berdandan dari pagi hari untuk menemui mu.
Tepat pukul 11.00 WIB setelah pulang les di hari sabtu aku menunggu mu di warnet. Seperti remaja ce lainnya yg hobby FB an aku pun menunggu mu sambil FB an.

Hei kamu ada dimana? Aku disini menunggu mu di warnet Gedongkuning bilik no 37. Itu pesan singkat yg ku kirim kan untuk mu.
Kau pun membalas ,sebentar lagi aku sampai. ini lagi otw.

Dengan sabar dan jantung yg terus berdebar kencang aku menunggumu.
Tiba-tiba ada sesosok co dengan kulit hitam langsung masuk saja ke dalam bilik warnet ku dan dia duduk dengan nafas terpatah-patah sambil membuka jaket Adidas hitamnya.
Kedua bola mata ini heran melihat tingkah mu.

Hei des, aku Soel ,ucap co berkulit hitam itu.

Ohh ternyata ini co yg dari tadi aku tunggu.
Gugup, kaku, bingung, senang semuanya menjadi satu seperti kue bolu yg masih di aduk.
Rasa penasaran ku pun pecah sudah setelah melihatmu hai orang yg selama ini hanya aku kenal di dunia maya lewat sahabat baikku.

Detik, menit, jam pun telah berlalu mengiringi pertemuan singkat kita.
Aku kira itu pertemuan pertama dan terakhir dengan mu tapi Tuhan berkehendak lain.
Minggu aku menunggumu untuk bertemu dengannya.

Hari itu jantung ini berdetak lebih kencang seakan darah mengalir deras di pembuluh darah ku. Ternyata bukan karena hari itu aku ada ujian di tempat les ku namun, karena kau mengajak ku main.
Senang rasanya hati ini bertemu dengan mu lagi.
Jam 10.00 kita bertemu dan mengajakku ke Gale, salah satu mall di Yogya.
Rasanya aku ga ingin melupakan hari ini karena kamu telah membukakan jendela dunia ku yg penuh warna.
Kau mengajakku menghabiskan waktu di Time Zone.

Ayo Des karaoke, ucap mu.
Ga, aku ga bisa nyanyi. Kata temen-temen aku aja suara aku cempreng. Itu balas ku.

Namun kau tetap memaksaku untuk masuk keruang karaoke yg umumnya digunakan oleh anak-anak kecil.
Seperti tersambar petir disiang bolong kau bernyanyi untuk ku.
Rasanya hati ini seperti meleleh mendengar suara mu #lebay sih sepertinya
Belum berakhir kagum ku pada mu kau mengajakku mencicipi permainan di tempat terindah bagi ku saat itu.
Hebat yaa kamu setiap permainan selalu dapat berhasil dan usaha mu membuahkan hasil aneka merchandise.

Ini untukku semua? kata ku.
Iya untuk kamu pakai. Ayo kita pulang, ucapmu lewat bibir manis mu.

Seandainya waktu dapat ku hentikkan saat itu.
Ku kira kisah kita berakhir detik itu namun aku salah.
Kau mengajak ku ke suatu tempat yg tak pernah ku duga. Dan kau adalah orang pertama yg memberi ku setangkai bunga mawar merah. Kota baru menjadi mata buta pertama kali aku di beri bunga oleh seorang co yg dia tak lain hanya teman saja.

Monster di perut pun memanggil dan kau mengajakku menyantap mie ayam Bima di Gedongkuning. Lezatnya hidangan siang itu yg mampu membuatku lupa jam 2 aku harus ujian di tempat les.
Caranya mu memperlakukan ku membuat ku tak ingin jauh dari mu.
Sampai jumpa lagi.