Rabu, 09 Januari 2013

Berkah Grebekan

Daerah istimewa yogyakarta merupakan kota budaya yg mewarisi aneka macam budaya leluhur. Kota ini menjadi lebih istimewa karena memiliki raja yaitu Sri Sultan hamengku buwono. Salah satu budaya yang masih dilestarikan sampai sekarang yaitu grebekan. Tradisi ini diawali dengan sekaten dan diakhiri dengan grebekan yang jatuh pada hari Maulud Nabi Muhammad SAW.

Semua orang berbondong-bondong tak peduli panas atau hujan, haus atau lapar, semuanya tumplek jadi satu di alun-alun Ngayogyokarto demi menyaksikan grebekan. Khas dari grebekan adalah gunungannya yang konon kata orang jika bisa mendapatkan sayuran atau buah-buahan ataupun hasil bumi lainnya dari gunungan itu dan disimpan maka akan mendapatkan limpahan rezeki. Kalau tidur terus dirumah hanya makan apa juga dapat rezeki yaa? Hhiiihi. Percaya atau ga percaya konon katanya begitu. 

Silakan buktikan sendiri...






jangan takut Ibu (WS Rendra)

Matahari musti terbit.
Matahari musti terbenam.
Melewati hari-hari yang fana
ada kanker payudara, ada encok,
dan ada uban.
Ada gubernur sarapan bangkai buruh pabrik,
Bupati mengunyah aspal,
Anak-anak sekolah dijadikan bonsai.
Jangan takut, Ibu!
Kita harus bertahan.
Karena ketakutan
meningkatkan penindasan.
Manusia musti lahir.
Manusia musti mati.
Di antara kelahiran dan kematian
bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki,
serdadu-serdadu Jepang memanggal kepala patriot-patriot Asia,
Ku Klux Klan membakar gereja orang Negro,
Terotis Amerika meledakkan bom di Oklahoma
Memanggang orangtua, ibu-ibu dan bayi-bayi,
di Miami turis Eropa dirampok dan dibunuh,
serdadu Inggris membantai para pemuda di Irlandia,
orang Irlandia meledakkan bom di London yang tidak aman.
Jangan takut, Ibu!
Jangan mau gigertak.
Jangan mau diancam.
Karena ketakutan
meningkatkan penjajahan.
Sungai waktu
menghanyutkan keluh-kesah mimpi yang meranggas.
Keringat bumi yang menyangga peradaban insane
Menjadi uranium dan mercury.
Tetapi jangan takut, ibu!
Bulan bagai alis mata terbit di ulu hati.
Rasi Bima Sakti berzikir di dahi.
Aku cium tanganmu, Ibu!
Rahim dan susumu adalah persemaian harapan.
Kekuatan ajaib insan
Dari zaman ke zaman.
(Hamburg, 30 September 2003)