haaaaii kawan apa kabar mu di sana? apakah kau pernah merindukan ku di sini seperti ku merindukan mu di sana?? semoga kita selallu dalam lindunganNya.,amiin.
air mata ini pernah menetes karena mu, apakah kau tau itu? semua mimpi ini pernah hancur karena mu. apakah kau merasakan itu?
tembok bisu itu menjadi saksi makian dan cacian untuk tubuh tak berdaya ini. hinaan pernah dapatkan di ruang itu. semua hanya bisa membisu tetapi mata ini tak mampu membendung derasnya hujan yg turun.
sekian lama jantung ini berdetak ,telinga ini tak selakipun mendegar kata-kata itu. sekian lama hidung ini mengirup oksigen tak sekalipun bibir ini tak mampu berucap. didepannya tubuh ini lemas kaku seperti mayat.
hanya demi kamu, raga ini rela berlutut. apakah kau tahu itu?
3 tahun 1 bulan tubuh ini menjaga nama baiknya tetapi semua hancur dalam hitungan jam. secepat itukah kau menghakimi aku?
doa yg setiap malam dipanjatkan saat itu seperti sampah yg tak ada artinya. Tuhan menghukum ku. iya Tuhan menghukum ku melalui mu.
pagi itu tepat pukul 6 mata indah ini terbuka, rasa malas dan ngantuk masih melekat erat diraga nya. hp yg terdiam tiba-tiba berdering. ternyta itu pesan singkat dari mu. tak lama kemudian pesan singkat lainnya menyusul. bergegaslah dia mandi. itu semua demi siapa? demi kamu kawan.
sampai disuatu ruangan dengan nafas terpatah-patah kaki ini pun melangkah. alangkah terkejutnya ke dua pasang mata ini menatap sesisi ruangan itu. tak berapa lama pesan singkat terus berdatangan. tapi tak satupun jerami ini kuasa tuk membukanya. tapi aku tahu itu pesan singkat dari mu, kawan.
hati ini pun berbicara, bukan lagi logika yg berbicara. ini demi kamu kawan.
pena itu menjadi saksi bisu tragedi kamis --/--/2011
nama baik itu kini menjadi catatan hitam. malu tak menjadi beban untuh tubuh kecil ini tapi hati ini tak mampu menahan pahatan luka dari mu.
tak hanya cacian dan hinaan yg tubuh ini dapat tapi ancaman skorsing 1 semester menjadi bayangan hitam hidupnya. semua mimpi dan doa tak lagi mampu menghapus bayangan hitam itu. namun, ditengah hukuman ternyata Tuhan, iya Dia masih berbelas kasih. Sang empunya titah memberinya pilihan dan tubuh kecil itupun memilih untuk diberi nilai D dan mengulang 1 semester untuk terhindar dari skorsing.
menangis satu-satunya yg bisa dilakukan bukan karena mu, bukan karena nilai D, dan bukan karena skorsing tetapi karena air mata ibu ku yg menetes di pundak ku. mimpinya ikut hancur melihat putri kesayangannya gagal wisuda Mei 2012. tenang ibu, almari itu masih mampu menampung kebaya ibu untuk dikenakan di bulan Agustus 2012. jangan menangis ibu karena ku tak sanggup harus melihat air mata menetes dari mata indah mu dan membasahi bibir tipis mu. kau tak seharusnya merasakan ini! dia dia dia disana yg harusnya merasakan ini!!!!
kemana kamu! kemana kamu saat badai ini datang?
hai kawan, disini ku sedang sendiri. semua orng menghakimi ku. semua orang memalingkan mukanya dari pandangan ku. kamu dimana?
ini salah ku, kamu atau hukuman Tuhan untukku ku??
